Kenali Tanda Ban Harus Diganti’ Jangan Tunggu Pecah di Jalan!

Ban motor sering dianggap komponen yang “asal bisa jalan”. Padahal, ban adalah satu-satunya bagian motor yang benar-benar bersentuhan langsung dengan aspal / jalan. Kondisinya sangat berpengaruh pada kenyamanan, kestabilan, dan tentu saja keselamatan berkendara. Banyak pengendara baru sadar pentingnya ban setelah mengalami slip atau bocor di jalan. Nah, supaya kamu gak nunggu sampai kejadian, kenali yuk tanda-tanda ban yang sudah waktunya diganti!

Pertama, perhatikan ketebalan dan pola kembang (tread pattern). Kalau alur ban sudah mulai halus atau bahkan botak di beberapa bagian, itu artinya grip ban sudah menurun drastis, terutama saat melewati jalan basah. Ban yang aus/botak akan sulit membuang air, menyebabkan motor gampang selip. Selain itu, kalau kamu sudah melihat tanda TWI (Tread Wear Indicator) di permukaan ban mulai sejajar dengan kembang ban, itu sinyal kuat bahwa ban sudah habis masa pakainya.

Kedua, cek retakan halus di sisi dinding (sidewall) dan benjolan kecil di permukaan ban. Ini sering terjadi akibat penuaan karet atau tekanan angin yang tidak stabil. Retak halus menandakan ban mulai getas dan bisa pecah sewaktu-waktu, sedangkan benjolan berarti struktur dalam ban sudah melemah. Jangan tunggu sampai meletus di jalan — segera ganti sebelum membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Terakhir, perhatikan rasa dan suara saat berkendara. Kalau motor terasa bergetar padahal jalan mulus, atau ada bunyi aneh saat berbelok, besar kemungkinan ban sudah tidak seimbang akibat aus yang tidak merata pada ban. Untuk pengendara motor matic, kondisi ini juga bisa bikin performa mesin terasa berat dan boros bensin.

Ingat, ban yang terlihat “masih tebal” belum tentu aman, Jadi, rutinlah periksa tekanan angin, hindari beban berlebih, dan ganti ban tepat waktu. Ban yang sehat bukan cuma bikin motor terasa nyaman, tapi juga bikin perjalanan kamu jauh lebih aman, apalagi kalau pakai ban dengan kualitas terjamin seperti Infinera Motorcycle Tire, yang dirancang untuk memiliki daya cengkeram yang optimal di segala kondisi jalan.